Wednesday, April 13, 2011

Desember 2008, tentang
“Narkoba, Pernikahan Dini dan
Sukses Belajar”, wartawan Media
Indonesia, Deri Dahuri,
mewawancarai Rektor UMB, DR.
Ir. H. Suharyadi, MS. Berikut ini
petikan wawancaranya:
(MI) Apa yang melatarbelakangi
diselenggarakannya Seminar
Nasional ini?
(Rektor)Faktor terberat yang
bepengaruh pada pendidikan
saat ini adalah faktor
lingkungan, salah satunya aspek
narkoba, sehingga berpengaruh
pada kesuksesan belajar.
Peringatan dini kepada
mahasiswa dan murid SMU
untuk menghindari narkoba,
yang berpengaruh ke
pendidikan, proses belajar dan
proses kehidupan berikutnya.
Termasuk adanya konsekwensi
dari adanya pernikahan dini,
yang merupakan efek dari
pergaulan bebas, ekses film
porno, sehingga membuat
remaja harus menikah, padahal
belum siap secara mental dan
finansial. Maka kalau ingin
sukses belajar, jauhi penggunaan
narkobadan hal hal yang
mengarah pada munculnya
pernikahan dini. Alasan itulah
yang melatarbelakangi
penyelenggaraan Seminar
Nasional tersebut.
(MI) Apa saja yang telah
dilakukan UMB untuk
mendukung program anti
Narkoba?
(Rektor)UMB telah melakukan
berbagai hal, yang dikelola oleh
Direktorat Kemahasiswaan,
meliputi sosialisasi peraturan,
sidak, kerjasama dengan BNN,
polisi, serta adanya surat
keterangan bebas narkoba
untuk mahasiswa, serta
menekankan bahwa UMB adalah
kampus bebas narkoba. Dimana
kami secara periodik
berkoordinasi untuk melakukan
sidak, tes urine dan kerjasama
dengan BNN untuk sosialisasi
narkoba kepada mahasiswa
baru, saat Dunia Kampus. Kami
tidak berpretensi bahwa UMB
sangat bersih dari narkoba,
namun kami menjamin bahwa
UMB bukan kampus narkoba.
Karena waktu mahasiswa di
UMB juga sangat terbatas, saat
mereka belajar saja, sedangkan
diluar UMB itu sudah menjadi
tanggungjawab mereka sendiri.
(MI) Bagaimana pendapat Rektor
atassikap pemerintah terhadap
para pengedar narkoba?
(Rektor)Dalam konteks ini
pemerintah perlu meningkatkan
sosialisasi akan kesadaran para
pihak yang menjadi pembuat,
pengedar dan penjual narkoba.
Bahkan disinyalir terdapat
aparat, dokter yang terlibat
dalam proses itu. Sungguh ironi,
dimana mereka yang
seharusnya memberi contoh,
justru terlibat sebagai pengedar
narkoba. Hal ini sebenarnya
terkait dengan kondisi keuangan
bangsasaat ini yang semakin
sulit, sehingga peluang
memperoleh tambahan dana
lebih banyak, jika tidak sanggup
menghadapi kondisi yang sulit,
banyak anggota masyarakat
yang terjebak dalam
perdagangan narkoba. Namun
jika dipikir kembali, apa
nikmatnya hidup di didunia, jika
dapat uang dari konsumsi
narkoba? Apa sih sebenarnya
tujuan hidup ini, jika membuat
kerusakan dan kesengsaraan
orang lain? Betapa terkutuknya
mereka yang telah merusak
moral generasi muda.
(MI) Harapan UMB kedepan?
(Rektor)Minimal kita semua
berusaha untuk mempersempit
ruang gerak pengguna narkoba
dimanapun, di masyarakat, di
kampus bahkan tempat lainnya.
Masalahnya masyarakat masih
sangat minim kesadarannya
untuk bersama sama
memberantas narkoba. Dan itu
tugas kita, pemerintah,
perguruan tinggi, institusi
pendidikan yang lain serta peran
masyarakat dan keluarga pada
khususnya. Dilain pihak aparat
dan pemerintah harus bisa
melindungi pihak pihak yang
melaporkan adanya transaksi
narkoba. Tentu ini adalah efek
dari perekonomian kita yang
masih sangat lemah, dan gejala
umum di negara negara
berkembang, yang tingkat
perekonomian masyarakatnya
belum merata baik. Sehingga
penjualan narkoba menjadi
tumbuh pesat. Kedepan, marilah
kita bersama sama menjaga
lingkungan terdekat kita untuk
perkembangan anak dan
generasi pelanjut kita lebih baik.

No comments:

Post a Comment